Malam Itu
Di malam sunyi yang menghembuskan angin dingin, aku menggigil terbangun, meraba-raba tangan ini mencari sebuah selimut yang dapat menghangatkan tubuhku yang sedari tadi terus meringkih, tak bisa menahan kejamnya dingin di malam itu. Suara rintik hujan menambah kekhawatiranku, akan semakin menjadi-jadi dinginnya malam itu. Semakin bergetar tubuhku, ku paksa bangunkan badan ini dan menggapai selimut hijau motif bunga, ku tutupi seluruh tubuhku, kaus kaki panjang bertuliskan nike juga menjadi teman hangatku. Dalam kepasrahan, putus asa menahan dinginnya malam muncul di dalam hati ini “saya harus kuat, harus kuat” sembari membayangkan wajah orang-orang yang ku sayangi dan aku terbaring lagi. Entah kenapa, tubuhku mulai terasa hangat dan berkeringat, seperti mendapat energi yang kuat, tubuhku mulai terjaga seperti tidak ingin tertidur lagi. Tetapi aku masih berselimut hijau itu, dan berkaus kaki, memandangi langit-langit dan akhirnya mataku terpejam terkena panah sinar lampu yang meny...